ruthy's cooking adventures

Long-timer eater, first time cooking blogger :)

Fried Wamena Shrimp ~ Udang Wamena Goreng Tepung September 29, 2010

Filed under: Fish - Ikan,Uncategorized — ruthsumule @ 8:46 pm

In Wamena, there is a type of freshwater shrimp..It lookes kindda like a small lobster, because it has a hard shell and a big head. But the size is still very small, like shrimps.. 🙂 I only knew of this type of  shrimp when a friend of Dad’s brought from Wamena, his workplace.

Di Wamena, ada sejenis udang yang hanya hidup di air tawar..Bentuknya mirip sama lobster, karena cangkang yang sangat keras dan kepala yang sangat besar. Tapi, ukurannya kecil banget, hampir sebesar udang biasa.. 🙂 Aku baru tau ada udang ini waktu dibawakan oleh temen Papa yang kebetulan bertugas disana.

Udang Wamena (diambil dari:

When I first tried to fry it.. my Aunty and I, make a HUGE mistake! We fried it without taking out the head.. so it took ageeeeeees to cook, plus we wasted so much cooking oil! !

Pas ngegorengnya pertama kali.. aku sama Tanteku, salah banget! Kita ngegorengnya tanpa cabut kepala.. alhasil, lama banget ga mateng2, plus boros minyak!!


Looks kindda small huh? 🙂

Fried Wamena Shrimp tastes so good! The texture is just like ‘regular’ shrimp, (although I can’t compare it with Lobster, since I’ve never had it, hihi!!) it has a thick amount of meat, savory yet sweet at the same time!! Totally delish..

Rasanya enaaak banget! Kayak udang (aku ga bisa ngebandingin sama Lobster, belum pernah makan, soalnya! hihihi). Dagingnya tebeeel, manis dan gurih di saat bersamaan! Enaaak..

You can also use this recipe with ‘normal’ shrimp.. very simple yet soo delish 🙂

Resep ini juga berlaku untuk udang biasa lho.. sangat simple tapi hasilnya enak banget 🙂


Stir-fried Chayote ~ Tumis Labu Siam June 25, 2010

Filed under: Vegetables - Sayuran — ruthsumule @ 12:12 pm
Tags: , , ,

For those of you who have never heard of “Chayote”, don’ t be discouraged.. I didn’t even know the word “Chayote” before I wrote this blog…!!! In seeking to find the approriate English term for what we call in Indonesia, Labu Siam, I google translator-ed it, and out came this weird word.. 🙂

Bagi mereka yang belum pernah dengar kata “Chayote”, jangan berkecil hati.. Aku pun belum pernah dengar istilah ini sebelum menulis blog ini…!!  Dalam rangka mencari istilah bahasa inggrisnya, aku ngetik pake Google Translator, dan keluarlah istilah yang aneh ini 🙂

So Chayote is actually a type of Squash. I remember the first time I came across this vegetable was when I was 15 and visiting my home-origin-city, Toraja, my Grandmother cooked it for me, it was in her garden… I thought it was a kind of pumpkin, because the leaves had he same form as pumpkin leaves.. Turns out it was a type of squash!

Jadi, labu siam itu memang masuk dalam keluarga labu. Aku inget, pertama kali liat sayuran ini waktu umur 15 tahun dan lagi pulang kampung ke Toraja. Nenekku memasaknya buat kita, langsung dari hasil kebun..Tadinya emang aku udah mikir ini sejenis labu, soalnya daunnya emang mirip banget.. eh, ternyata bener!

Chayote – Labu Siam (taken from:

Chayote is quit easy to find in Indonesia, and quit cheap.. Dunno about other place though, sorry 😦 Maybe you can check your local market? I actually found out reading, that in Australia, Chayote grows really well (they call it “Choko” their). This is quit ironic seeing that in my first school years I spent in Australia, not once had I ever tasted a Chayote dish, haha!

Labu Siam emang mudah sekali ditemukan di Indonesia, dan harganya cukup murah. Aku kurang tau ketersediannya kalo di tempat-tempat lain, sorry 😦 Mungkin bisa cek di Pasar Lokal? Sebenernya menurut, labu siam cukup banyak di Australia (namanya disana: Choko). Ini ironis sekali, soalnya selama tahun-tahun pertama sekolah waktu kecil disana, belum pernah satu kalipun aku nyicipin masakan pake sayur ini.. haha..!

Anyway, the taste of Chayote is really nice, with a hint of sweet flavour.. It has an apple texture to it, just without the crunch. It’s great for those dieting as well. At least, that’s what I’ve been told 🙂 You can just peel them, and boil them, serve them with some Sambal, and it tastes sooo delish 🙂 That’s what the Sundanese people like to do with Chayote (and i LOVE it!)

Rasa dari Labu siam enak, dengan sedikit rasa manis.. Teksturnya mirip apple, tanpa rasa garingnya. Juga bagus banget buat mereka yang lagi diet. Setidaknya, itu yang dibilang orang-orang 🙂 Tinggal dikupas, rebus, trus sajikan dengan sambel, wiiiiih, rasanya mantaaaab banget 🙂 Gaya begitu yang biasanya disajikan oleh masakan Sunda (dan aku CINTA banget sama rasanya!)  

my version of stir-fried chayote ♥

Hope you guys have fun trying out this dish..It’s really simple, yet so delish! Oh, a warning though! Use a plastic bag to wrap your fingers when peeling Chayotes cause the it has a lot of sap!

Semoga kalian have fun mencoba sajian ini.. Cara buatnya mudah banget, namun rasanya enak banget! Oh, sedikit peringatan! Pakailah kantong plastik sebagai sarung tangan ketika mengupas Labu Siam, soalnya banyak banget getahnya!


Stir-fried Chayote Recipe

3 Chayote – peel, cut

3 Garlic – thin slices

1 Shallot – thin slices

1 Cayanne Pepper (optional)

Water, Salt & Pepper

  • Stir-fry the garlic and shallots till the aroma flavours come out
  • Add Chayote
  • Add a little bit of water, salt and pepper
  • Stir till Chayote is cooked

Resep Tumis Labu Siam

3 buah Labu Siam – kupas, potong

3 siung Bawang Putih – potong tipis memanjang

1 Bawang Merah – potong tipis memanjang

1 Cabe Merah (optional)

Air, Garam, Lada

  • Tumis Bawang Putih dan Bawang Merah hingga harum
  • Masukkan Labu Siam
  • Tambahkan sedikit air, garam dan lada
  • Masak hingga matang

Happy Cooking, ~xoxo, Ruthy ♥


Chillied Tempeh ~ Tempe Sambel

Filed under: Tempeh - Tempe — ruthsumule @ 3:05 am

This dish is one of the very first “meal dishes” I learned to cook. I actually learned it from my cousin, Ecy, who lives with my Grandparents in Makassar. Because my Grandfather had diebetes, tempe was a great source of proteins for him. It’s a classic favorite of my family. We can have this dish for breakfast, lundh and dinner 🙂

Sajian ini merupakan salah satu dari “sajian pertama” yang aku bisa masak. Aku belajar cara masaknya dari sepupuku, Ecy, yang waktu itu tinggal bersama NenekP & NenekL ku di Makassar. Karena NenekL punya penyakit gula, tempet merupakan sumber protein yang sangat bagus untuk beliau. Masakan ini merupakan kesukaan keluarga kami. Kami bisa memasaknya untuk makan pagi, siang, bahkan malam 🙂 

Tempe is really common and cheap here in Indonesia, so it’s a pretty in-expensive dish here. But as I know, it is also getting to be known world wide for it’s great nutrients and uniqe flavour.  So hopefully you too can try this dish out 🙂

Di Indonesia, tempe sangat mudah didapat dan harganya cukup murah, jadi ini merupakan sajian yang tidak mengorek dompet. Tapi, setauku, sekarang tempe juga sudah cukup dikenal oleh dunia luar karena kandungan nutrisi serta rasanya yang unik. Jadi, semoga kalian (yang tidak tinggal di Indonesia) pun bisa mencoba sajian ini 🙂

uncooked Tempeh / Tempe (taken from:

What I love about this recipe is that we can play with the ingredients, and adjust it to our taste. People who don’t like chillie, can make a sweet-and-sour version.. whereas those prefer the hot stuff, just need to add extra chillies. Either way, this dish is delish and so easy to make 🙂

Yang aku suka banget dari resep ini adalah kita dapat bermain-main dengan bahan-bahannya, agar dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Merka yang tiak menyukai pedas, dapat membuatnya dalam versi manis-asam.. lalu mereka yang lebih suka pedas, hanya perlu menambahkan cabai. Disajikan bagaimanapun, sajian ini enak banget dan sangat mudah dibuat 🙂

chillied tempeh


Chillied Tempeh Recipe

3 packs of Tempeh – cut in squares

3 garlic cloves

2 shallots

4 chillies

2 Red Cayenne Peppers

4 Tomatoes – dice

Soy Sauce, Tomato Sauce and Chillie Sauce

Salt and Pepper

  • Fry tempeh, set aside
  • Satay Garlic, Shallots, and chillie in a little bit of oil till the aroma of flavour has come out, add tomatoes, cook till tomatoes are done
  • Add soy sauce, tomato sauce and chillie sauce (this is optional)
  • Season with salt and pepper
  • Add the tempeh, mix with the other ingredients

Resep Tempe Sambel

3 balok tempe – potong sesuai selera

2 siung Bawang Putih

3 siung Bawang Merah

4 Cabai

2 Cabai Keriting

4 buah Tomat – Potong/cincang

Kecap, Saus Tomat, Saus Sambel

Garam & Lada

  • Goreng tempe yang telah dipotong, sisihkan
  • Tumis Bawang merah, bawang putih, cabai hingga harum dan mateng, tambahkan tomat, masak hingga matang
  • Tambahkan sedikit air, supaya tidak kering
  • Tambahkan kecap, saus tomat, dan saus sambel sesuai selera
  • Tambahkan Garam dan Merica
  • Bila bumbu matang, masukkan tempe, campurkan secara merata lalu sajikan

happy cooking, ~Ruthy,xoxo ♥  


Tofu Fritters ~ Perkedel Tahu

Filed under: Tofu - Tahu — ruthsumule @ 1:36 am
Tags: , ,

I love tofu! And so does my family.. There’s a lot of different ways we can serve it… you can fry it, then give it some spicy yet delicious ingredients. Or you can make it into soup, serve it nice and hot with vegetables and pieces of chicken. Today dad asked for Tofu Fritters.. we hadn’t had them for a while so I thought let’s try makin’ em 🙂  

Aku suka banget sama Tahu! Banyak banget cara penyajiannya.. bisa digoreng, terus disambelin dengan bumbu2 yang super banyak dan super lezat. Atau bisa dibikin sup, disajikan panas bersama sayuran dan potongan ayam. Hari ini papa minta dibikinkan perkedel tahu..udah cukup lama juga kita ngga masak ini, jadi aku berpikir, mari kita coba membuatnya 🙂

The Tofu-mixture before fried 🙂

I thought making this recipie would be easy, seeing that when I was little, Mom used to make it all the time! Boy, was I wrong..

Kirain bakal gampang bikinnya, soalnya waktu kecil Mama sering banget bikin! Tapi ternyata, aku salah..

My cousin, Kak Yola and I, “attempted” to make it.. resulting the first batch being totally crumbled when we wanted to flip it! T_T..

Bersama sepupuku, Kak Yola, kami “berusaha” untuk membuatnya.. hasil porsi pertama adalah adonan yang hancur waktu mau di balik! T_T

Mom had the soltion: use beaten eggs! WE TOTALLY FORGOT about the eggs.. hihi..

Si Mama punya solusinya: pake telur yang sudah dikocok! KITA BENER2 LUPA tentang metode pake telur..hihihi.. 

the Finished Fritters 🙂

Anyways, as I said before, a simple dish that i thought was kindda easy, turned out to be quit challenging *.^

Pada akhirnya, seperti yang aku katakan tadi, sajian yang keliatannya mudah, ternyata cukup menantang juga *.^


Tofu Fritters Recipe

4 Tofu Squares – mash

6 Garlic Cloves – mash

2 Shallots – mash

3 Pieces of Spring Onion ~ Just take the Green Parts, slice into rings

3 eggs – beat

    • Add garlic, shallots and spring onion into mashed tofu
    • Season with Salt and Pepper
    • Make the tofu into oval shaped fritters by using a spoon
    • Smear the beaten eggs around the oval-tofu, fry

Resep Perkedel Tahu

4 Potong Tahu – hancurkan

6 Bawang Putih – haluskan

2 Bawang Merah – haluskan

3 Daun Bawang – ambil bagian hijaunya saja, potong membentuk cicin

2 Telur – kocok  

  • Campurkan bawang putih, bawang merah dan daun bawang ke dalam adonan tahu
  • Tambahkan garam dan lada
  • Bentuklah tahu menjadi bulat – lonjong dengan menggunakan sendok
  • Oleskan sedikit telur yang telah dikocok di bagian luar bulatan tahu, goreng    

 Happy Cooking, xoxo Ruthy ♥


Steamed Grouper Fish ~ Ikan Kerapu masak Tim June 21, 2010

 Since Dad had his blood preassure measured, we have had to come up with recipes that were more healthy at home. Turns out he has to keep a close eye on what he eats.  Thank God for the early allert! God is Good!

Sejak si Papa diukur tekanan darahnya, kita di rumah harus mencari-cari resep-resep makanan yang lebih sehat untuk disajikan di rumah. Soalnya ternyata papa harus mulai merhatiin baik-baik apa yang dia makan. Puji Tuhan, semuanya bisa ‘dideteksi’ dini. Tuhan memang luar biasa dan selalu menjaga!

Anyways, Dad came home yesterday with a bunch of stuff he had brought from the Ampera Traditional Market at Jayapura kota. What’s most interesting is that he bought Grouper Fish, which I had never seen sold around here before. He said, that he got a very cheap price for them, Rp10.000 each, whereas in Jakarta, it cost a whole lot more..

Kemaren papa pulang bawa belanjaan banyak banget dari Pasar Ampera di Jayapura Kota. Anehnya, dia pulang dengan membawa Ikan Kerapu, jenis ikan yang belum pernah aku liat dijual sebelumnya di sekitar sini. Kata papa, dia beli murah banget, hanya Rp10.000 per ekor, sedangkan di Jakartanya katanya harganya jauh lebih mahal…

He asked for them to be cooked steamed, with garlic and ginger, and sesame oil. I though this was a great idea! A couple of weeks back, I had the same dish when having dinner with ninu at a Hongkong Restaurant in Bali. It was delicious! (at totally healthy if I might add), So even though I’ve never steamed a fish before, I kindda had a feeling as to what the ingredients were.

Papa minta tolong ikan tersebut dimasak tim, dengan menggunakan bawang putih, jahe dan minyak wijen. Aku setuju banget! Beberapa minggu yang lalu, aku pernah makan sajian yang sama, waktu makan di Restoran Hongkong di Bali sama Ninu. Rasanya luar biasa enak! (dan sangat sehat juga). Jadi, walaupun aku belum pernah masak tim ikan sebelumnya, aku udah bisa memperkirakan bahan-bahannya.

Of course, just to be sure, I asked Benny to google it 🙂

Tapi tentunya, supaya pasti, aku minta si Benny untuk carikan resepnya di Google 🙂

Just before it was steamed * Sebelum di-tim

Turns out it was quite easy! All the ingredients, I had at home. Plus, I got to use the steamer and some alumininum foil, so it was kindda ‘fancy cooking’, since we don’t regularly use those two tools at home for everyday cooking 🙂

Ternyata mudah banget! Semua bahannya ada di rumah. Dan, aku bisa pake alat kukusan dan aluminium foil, jadi masaknya hampir berkesan “mewah”, soalnya kedua perlengkapan ini jarang dipakai untuk masak sehari-hari 🙂

Well, the first 3 fishes turned out GREAT, totally delish! But I though it was a little too salty for dad. So I cooked him another 2 more fish, remembering to put in just a little bit of Soy Sauce 🙂

Hasilnya, 3 ikan pertama rasanya ENAK banget! Tapi menurutku agak terlalu asin untuk si Papa. Jadi aku masakin 2 ekor lagi, dengan mengingat menaruh hanya sedikit kecap asin 🙂

The finished product * Selamat menikmati

Dad LOVED it! So did the rest of the family! Think this will be a new favorite dish.. Am going to try to use the same recipe and tecnique with another kind of fish ♥

Papa SUKA banget! Begitu juga dengan seluruh keluarga! Kayaknya ini bakal jadi masakan favorit baru.. Aku mau nyoba lain kali resep yang sama tapi pake ikan yang beda ♥


Steamed Grouper Fish Recipe

1 Grouper Fish

3 Garlic Cloves – mashed

1 cm Ginger – mashed

2 Tbs Sesame Oil

1 Tbs Soy Sauce

Spring Onions – sliced long and thin

Red Cayenne Peppers – sliced long and thin (optional)

Lime Juice


  • Slice the fish in two, making sure it doesn’t cut all the way
  • Smear fish with lime juice, leave for 5 minutes
  • Place fish on Aluminuim Foil on a bowl/rather deep plate, so that the liquid ingredients do not spill
  • Smear fish with garlic, ginger, add spring onions and red cayenne peppers on top
  • Add Sesame Oil, Soy Sauce and a little bit of warm water, season with Pepper
  • Wrap seasoned fish with the remaining aluminium foil, making sure it has room (not tight). Make small holes in the top of the wrap, so that the fish can “breath” but the liquid ingredients don’t spill
  • Steam for 15-20 minutes

Resep Ikan Kerapu Masak Tim

1 Ekor Ikan Kerapu

3 Siung Bawang Putih – giling hingga halus 

1 cm Jahe – giling hingga halus

2 Sdm Minyak Wijen

1 Sdm Kecap Asin

Daun Bawang secukupnya – iris tipis memanjang

Cabe Merah Besar/Keriting secukupnya – iris tipis memanjang

Jeruk Nipis


  • Belah ikan menjadi dua, tapi tidak putus
  • Lumuri ikan dengan Jeruk Nipis, diamkan kira-kira 5 menit
  • Masukkan ikan kedalam Kertas Aluminium Foil, yang dialasi mangkok/ piring yang agak dalam (supaya bahan yang cair tidak tumpah)
  • Lumuri ikan dengan Bawang Putih, Jahe, taburi irisan Daun Bawang dan Cabe Merah
  • Siram ikan dengan Minyak Wijen, Kecap Asin, dan air hangat secukupnya, taburi merica
  • Bungkus ikan dengan aluminium foil, pastikan cukup berongga dan berilah lubang pada bagian atas bungkusan agar ikan bisa “bernafas” tapi bahan cairnya tidak “bocor”
  • Kukus selama kurang lebih 15-20 menit

Happy Cooking ~ ruthy ♥